Teknik Kelautan ITERA Selenggarakan FGD Kurikulum 2025 bersama Akademisi ITB dan Praktisi Industri
01 September 2026 | 3
Kurikulum
ITERA, Lampung Selatan - Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum 2025 pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Ruang E108 ITERA. Forum strategis ini menghadirkan akademisi serta praktisi profesional dari industri kelautan, yaitu Ir. Heri Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. dari Program Studi Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Muhammad Sirojudin, S.T., M.T. dari PT Noahtu Shipyard Lampung. Penyelenggaraan FGD ini menjadi langkah konkret program studi dalam memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara capaian pembelajaran perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja di sektor maritim, pesisir, dan lepas pantai.

Penajaman Body of Knowledge dan Arah Pembelajaran - Dalam diskusi intensif bersama para akademisi dari ITB, penyesuaian Body of Knowledge (BoK) Teknik Kelautan menjadi salah satu fokus utama. Kurikulum 2025 dirancang untuk memperkokoh fondasi keilmuan mahasiswa yang mencakup matematika, sains dasar, dan ilmu rekayasa kelautan. Arah pembelajaran diproyeksikan agar mahasiswa memiliki kemampuan analitis yang kuat dalam bidang hidrodinamika, rekayasa pantai, struktur bangunan laut, geoteknik maritim, hingga penguasaan teknologi pemodelan digital dan numerik terkini.
Penguatan Capstone Design sebagai Puncak Kompetensi - Diskusi FGD juga menegaskan pentingnya penguatan mata kuliah Capstone Design yang mengintegrasikan seluruh fondasi keilmuan yang diperoleh mahasiswa selama masa studi. Melalui mata kuliah berbasis proyek ini, mahasiswa ditantang untuk menyelesaikan permasalahan rekayasa kompleks (complex engineering problems) secara holistik, mulai dari tahap survei, penetapan kriteria desain, perancangan struktur, analisis biaya, hingga pertimbangan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
- Pemahaman komprehensif terhadap regulasi maritim nasional dan internasional, serta penerapan budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
- Kesiapan lulusan dalam merancang infrastruktur maritim yang tangguh terhadap perubahan iklim dan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainability).
Seluruh masukan dan rekomendasi dari akademisi ITB serta praktisi industri ini akan menjadi acuan utama bagi Tim Kurikulum Program Studi Teknik Kelautan ITERA dalam mengevaluasi Dokumen Kurikulum 2025. Melalui pembaruan kurikulum ini, Teknik Kelautan ITERA berkomitmen untuk terus mencetak lulusan rekayasawan kelautan yang memiliki kedalaman akademik, keahlian praktis yang sesuai kebutuhan industri, serta daya saing tinggi untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur maritim di Indonesia.
