Studium Generale “Indonesian Future With The Ocean Development”

Published by Teknik Kelautan on

Pada hari Sabtu, 20 Februari 2021 HIMATEKLA (Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan) mengadakan Seminar Nasional dalam rangka memperingati Dies Natalis yang pertama. Pada Kegiatan tersebut HIMATEKLA mengundang  Ketua Umum dan Founder Maritim Muda Nusantara yaitu Bapak Kaisar, S.I.K,M.Sc  sebagai pemateri Seminar Nasional yang diselenggarakan secara daring via zoom meeting. Seminar Nasional tersebut mengangkat Tema “Indonesian Future With The Ocean Development” yang berlangsung mulai pukul 09.40 wib – 11.10 wib, dihadiri dengan 308 peserta dari berbagai kalangan.

Pendiri Komunitas Maritim Muda Nusantara, Kaisar Akhir, S.I.K.M,Sc mengungkapkan, lautan memiliki peran penting bagi kehidupan di Indonesia. Pasalnya, banyak masyarakat yang tinggal di sekitar garis pantai dan memanfaatkan sumber daya laut sebagai sumber makanan maupun penghasilan mereka. Selain itu, Indonesia juga menjadi jalur pelayaran yang strategis, sehingga perlu dilakukan beberapa inovasi baru di bidang maritim. Terlebih, saat ini laut Indonesia terancam akibat ulah manusia. Pencemaran laut, rusaknya terumbu karang, hingga konsumsi sampah plastik oleh hewan laut sudah lumrah ditemui. Oleh sebab itu, peran pemuda semakin dibutuhkan untuk menjadi teladan bagi masyarakat.

Pemuda memiliki rentang umur 16-30 tahun, pada kesempatan ini dijelaskan pula bahwa pemuda harus memiliki kompetensi,  keterampilan dan harus bertanggung jawab. Pemuda juga harus memiliki jiwa sosial yang tinggi dan selalu mengutamakan pendidikan, peduli dengan lingkungan, menanamkan budaya gotong royong dan berani berkiprah di tingkat nasional maupun global serta mampu berperan sebagai pengawas kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kelestarian laut. Tak hanya mengawasi, perkembangan ilmu pengetahuan menuntut pemuda untuk berinovasi. Bermacam teknologi yang telah diterapkan sampai saat ini yaitu seperti alat pemberi pakan ikan otomatis, kapal tenaga surya dan biofuel dari mikroalga laut.

Bapak  Kaisar Akhir, S.I.K.M,Sc menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan pemuda ekonomi biru 4.0. Guna menjadi pemuda ekonomi biru 4.0  mahasiswa harus fokus dan memperdalam ilmu sesuai dengan bidangnya, dibutuhkan strategi besar pula dan lebih menyeluruh dengan berfokus pada sustainability agar potensi dan kekayaan alam yang dimiliki tersebut dapat lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Misalnya pada sektor aquaculture perlu lebih fokus pada ecosystem based aquaculture, low tropic level species sehingga food conversion ration nya (FCR) bisa lebih rendah dan sepenuhnya bergantung pada pasokan domestic, marine ecotourisme dan perikanan yang berkelanjutan. Guna memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan big data atau teknologi terbaru sehingga dapat meningkatkan kapasitas sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. Selain itu, harmonisasi lintas sektoral juga harus satu suara dalam menjalani kaidah keberlanjutan ekosistem laut atau maritim. Sebab, dalam konsep ekonomi biru atau blue economy, semua ekosistem yang ada di kelautan tersebut saling terkait satu dan lainnya sehingga tidak bisa dipandang secara terpisah-pisah. Misalnya saja, terumbu karang membutuhkan hutan yang sehat agar tetap bisa berwarna indah dan menghasilkan ikan. Jika hutannya hilang, maka terumbu karang juga akan terkena dampak sedimentasi sehingga karang akan mati dan tidak lagi bisa menghasilkan ikan. Selanjutnya, tidak lagi bisa menjadi tempat untuk diving dan snorkelling laut.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *