Webinar UPT MKG ITERA, Civitas Akademika KL ITERA Ambil Bagian

Published by Teknik Kelautan on

Pada Kamis. 27 Agustus 2020 lalu, UPT MKG ITERA mengadakan webinar serie ke-2 dengan tema “Mitigasi Multibencana di Indonesia”. Dalam webinar kali ini, salah dosen KL ITERA (juga anggota UPT MKG), Mustarakh Gelfi, menjadi moderator dan memandu jalannya acara. Ada 3 pembicara utama yang menyampaikan materi sesuai bidangnya, yaitu:

  1. Dr. Daryono selaku Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG RI. Beliau membawakan materi Membangun Ketangguhan Bahaya Bencana melalui Perencanaan dan Perancangan Kawasan Gempa Bumi dan Tsunami.
  2. Dr. Ing. Widjo Kongko selaku Ahli Teknik Pantai dan Tsunami BTIPDP – BPPT RI. Beliau membawakan materi Tsunami di Indonesia: Potensi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal.
  3. Dr. Eng. Hendra Achiari selaku Kaprodi Teknik Kelautan ITERA dan anggota KK Teknik Pantai ITB. Beliau membawakan materi Peranan Teknik Pantai dan Ilmu Lingkungan laut dalam Mitigasi Bencana.

Acara dibuka oleh Drs. Zadrach L Dupe, M.Si selaku Kepala UPT MKG ITERA. Para pemateri kemudian menyampaikan paparannya. Pak Daryono menekankan pentingnya perencanaan pembangunan pesisir yang mengikutsertakan faktor kebencanaan Indonesia. Hal ini tak lepas dari posisi geografis negeri ini yang dilalui jalur gunung api aktif, zona subduksi dan megathrust, serta tentu saja negara kepulauan. Pak Widjo menyampaikan bahwa secara historis, leluhur kita telah mewariskan kearifan lokal yang baik dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana pesisir. Tercatat berbagai suku yang hidup di pesisir Indonesia memiliki istilah tersendiri terhadap tsunami dan metode mitigasinya, misalnya Smong di Simeulue (Aceh) yang menyelamatkan banyak warga tempatan pada bencana tsunami 2004 lalu.

Pak Hendra sebagai pemateri terakhir mencoba memetakan posisi keilmuan teknik pantai dan perannya dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana pesisir (resilience coastal society). Beliau juga menyampaikan peran yang sudah dirintis KL ITERA melalui program kolaborasi riset bencana pesisir (khususnya tsunami Selat Sunda 2018) dengan beberapa stakeholders  dalam dan luar negeri, seperti ITB, University of East London (UK), dan Waseda University (Japan).

Para peserta yang tercatat berjumlah lebih dari 1000 orang mengikuti webinar dengan antusias, walaupun ditengah pandemi yang terjadi. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan sehingga mempertajam pemaparan pemateri.

(gelf/2020)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *