Pelatihan Alat Survey Teknik Kelautan (3/4)

Published by Teknik Kelautan on

Program Studi Teknik Kelautan (KL) ITERA melakukan kegiatan pelatihan alat hari ke-2 di lapangan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2020 yang bertempat di Desa Canti, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan ini diikuti lima dosen, 6 mahasiswa Teknik Kelautan ITERA, dan juga dibantu oleh perwakilan dari PT Hydronav Tehnikatama. Pada hari ke-2ini, alat yang sedang dicoba yaitu Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dan Current Meter.

ADCP merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan 3 dimensi dalam kolom air dan profil gelombang. Cara kerja alat ini memanfaatkan pergeseran doppler dengan mentransmisikan suara pada frekuensi tetap serta mendengar gema yang kembali dari suara yang dihamburkan oleh penghambur di dalam perairan. Penghambur suara merupakan partikel-partikel kecil atau hewan planktonik yang bergerak bersama arus laut. Kegiatan hari ke-2 dimulai pada pukul 07.30 WIB di Dermaga Canti. Kegiatan diawali dengan melakukan persiapan alat ADCP. Secara garis besar, kegiatan persiapan dilakukan melalui proses-proses sebagai berikut:

  1. Menghubungkan kabel konektor
  2. Pengolesan silicone grease pada sensor tekanan dan O-ring
  3. Pengecekan komponen-komponen
  4. Kalibrasi
  5. Pemasangan Penyangga ADCP dan Pemberat

Selanjutnya yaitu melakukan tahap perencanaan pengambilan data menggunakan ReadyV. Tahap ini sangat penting dalam menentukan kualitas data dan akurasi data. Melakukan perencanaan data dilakukan di darat sebelum ADCP dinaikkan ke atas kapal. Tahap berikutnya yaitu deployment (penerjunan) yaitu tahap penerjunan ADCP ke lokasi pengambilan data. Pada jam 12.03 WIB alat sudah mulai diturunkan ke lokasi pengambilan data. Penerjunan dibantu oleh dua diver dari perwakilan PT Hydronav untuk memposisikan dan mengecek ADCP di dasar laut. Pengambilan data dilakukan selama 4 jam kurang 10 menit. Kegiatan terakhir yaitu melakukan perawatan pasca pemakaian.

Valeport 106 Single Point Current Meter adalah alat untuk mengukur kecepatan dan arah
arus laut pada single point (satu titik), dengan menggunakan sensor impeller dan kompas. Lebih
spesifiknya untuk mendapatkan arus sebaran maupun arus stasioner. Prinsip kerja dari perputaran impeller untuk mendapatkan kecepatan arus, internal compass mendapatkan arah
dengan mengatur pengaturan pengambilan data sampel period. Sensor lainnya (optional) yaitu temperature (suhu) dan pressure (tekanan). Pengukuran alat ini terdapat 2 metode pengukuran, yaitu:

  1. Direct reading (real time), menggunakan CDU (Control Display Unit) dan PC (software Datalog X2). Metode real time pengguna dapat langsung melihat data di CDU atau di PC dengan Datalog X2 software.
  2. Self Recording, menggunakan Switch Plug dimana alat bisa menyimpan data dengan
    main unit saja tanpa kabel. Sebelum deploying alat main unit (fish) sudah di setup di
    CDU atau di PC.

Pada pelaksanaan survei di Laut Canti , kami mencoba mengukur kecepatan dan arah arus laut dengan 3 kedalaman yang berbeda, diantara 2 meter, 6 meter dan 8 meter. Dan mendapatkan nilai kecepatan maksimal, minimal dan rata – rata. Secara garis besar kegiatan penelitian ini melakukan langkah – langkah sebagai berikut:

  1. Hubungkan lead cable (blue) dengan CDU yang sudah diisi dengan baterai tipe C,
  2. Lapisi silicone grease pada mur di fish,
  3. Sambungkan tali tambang pada fish pada bagian atas dekat connector dan bawah untuk pemberat fish,
  4. Setting CDU (date, sample period and average),
  5. Dan alat siap digunakan (real time).

Kegiatan terakhir sekaligus yang wajib dilakukan setelah menggunakan alat yaitu melakukan perawatan pasca pemakaian. Valeport 106 Single Point Current Meter dibilas dan lepaskan baterai yang ada di fish maupun CDU. Lalu simpan alat pada transit case khusus.

(Chusnul&Ewin/2020)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *