Pelatihan Alat Survey Teknik Kelautan (2/4)

Published by Teknik Kelautan on

Kegiatan di lapangan hari pertama adalah melakukan pengukuran ketinggian pasang surut air laut menggunakan alat portable tide gauge dan pemetaan batimetri dasar laut dengan alat bathymetric surveying system. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada hari Jumat 7 agustus 2020 dan bertempat di Dermaga Canti, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Tim pelatihan terdiri dari dosen, mahasiswa dan trainer dari PT Hydronav Tehnikatama. Tim dibagi menjadi 2 bagian, yaitu satu tim bertugas di darat (mengukur
ketinggian pasut di dermaga) dan yang bertugas untuk mengambil data batimeteri di laut.

Pengukuran Pasang Surut (Pasut) air laut di dermaga canti dilakukan pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kegiatan diawali dengan melakukan pengamatan daerah sekitar dermaga untuk menentukan posisi pengambilan data pasutnya. Setelah mendapatkan posisi yang cocok untuk pengambilan data, tim mempersiapkan alat Tide Master dari Valeport. Tentu saja kalibrasi merupakan hal yang sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum mulai mengambil data. Pemasangan alat tide gauge dilakukan di tempat yang memiliki daerah cukup luas, terbuka, dan tidak terhalang oleh kapal-kapal yang bersandar serta terhindar dari hempasan gelombang pecah secara langsung. Saat pengambilan data, alat ukur Pasut cukup di tinggal dan hanya perlu dipantau secara bergantian untuk memastikan alatnya bekerja dengan baik hingga pengambilan data pasut selesai. Setelah selesai, tim membersihkan dan membilas bagian alat yang terkena air laut dengan air tawar guna menghindari terjadinya korosi.

Tim yang bertugas di laut melakukan pengukuran batimeteri dasar laut  mengunakan alat bathymetric surveying system yang terdiri dari main item singlebeam echosounder dual frequency, transducer, receiver, bar check, moxa, dsb. Echosounder merupakan alat ukur kedalaman perairan yang memanfaatkan pancaran sonar (gelombang suara). Dalam proses pengambilan data, kita memerlukan kapal yang sesuai untuk menuju titik yang akan diukur. Setelah mencapai lokasi ataupun koordinat yang sudah di tentukan, maka alat dihidupkan/logging data.

Kedapannya diharapkan setelah mendapatkan pelatihan ini, semua mahasiswa KL ITERA
dapat menggunakan dan memanfaatkan alat ini dengan baik dalam bidang pendidikan
ataupun penelitian.

(Chandra&Ario/2020)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *