Teknik Kelautan ITERA Lakukan Kunjungan Lapangan ke Pelabuhan Panjang

Published by Teknik Kelautan on

(KL ITERA/2019) Berdasarkan UU no 17/2008 tentang Pelayaran, Indonesia resmi menganut sistem pengelolaan pelabuhan secara lebih modern, yaitu landlord port system. Pada intinya, sistem ini memisahkan wewenang regulasi dan operasi. Operator pelabuhan yang mempunyai fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan dilakukan oleh Kemenhub, dalam kasus Pelabuhan Panjang adalah KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas I Panjang. Sedangkan operator Pelabuhan Panjang adalah Pelindo II atau IPC (Indonesia Port Corporation) Cabang Panjang.

Teknik Kelautan (KL) ITERA berkesempatan melakukan Kuliah Lapangan (Kulap) di KSOP dan IPC Panjang pada Selasa, 29 Oktober 2019 yang lalu. “Kulap ini penting untuk meningkatkan pengetahuan praktis mahasiswa kami tentang kepelabuhanan. Selain itu, hubungan yang baik antara akademisi, pemerintah dan industri hanya akan berdampak positif bagi kemajuan ekonomi Lampung”, begitu terang Satriyo Panalaran sebagai salah satu dosen KL ITERA yang mendampingi kegiatan ini.

Kegiatan Kulap diisi dengan kegiatan Indoor berupa materi dari KSOP dan IPC Panjang dan kegiatan outdoor berupa kunjungan ke terminal-terminal yang ada di Pelabuhan Penjang. Bapak M Syaiful selaku Kabid Lala (Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut) menyampaikan tingkat strategis dan vitalnya peran Pelabuhan Panjang bagi ekonomi lokal dan nasional. Pelabuhan Panjang merupakan sedikit dari pelabuhan alam, dengan draft dan breakwater alami (berupa karang), dan terus berkembang menjadi pelabuhan penting di Sumbagsel. Hal ini terbukti dengan kedatangan kapal terbesar yang pernah ada di Panjang yaitu MV Balthasar Schulte (lebih dari 4000 TEUs) dengan LoA mencapai 265 m tahun lalu.

Mahasiswa diperkenalkan lebih dekat dengan operasi dan kegiatan kepelabuhanan di Dermaga A, B, dan C Pelabuhan Panjang. Bapak Marlamb Samuel dan tim dari IPC Panjang memimpin kegiatan lapangan ini. Mereka menjelaskan kepada mahasiswa KL ITERA aspek teknis pembangunan dermaga, zonasi area dalam pelabuhan, berbagai jenis alat bongkar-muat, dsb. Panjang merupakan pelabuhan lengkap karena melayani berbagai jenis kargo, mulai dari petikemas, curah kering, curah cair, hingga multipurpose (kapal Roro). Mahasiswa KL ITERA mendapatkan pengalaman yang komprehensif dari kegiatan Kulap ini.

Kepala KSOP (Bapak Andi Hartono) dan General Manager (GM) IPC Panjang (Bapak Drajat Sulistyo) menyambut langsung kedatangan mahasiswa dan dosen KL ITERA. Mereka menyampaikan kegembiraannya kedatangan rombongan pelajar yang tidak pernah dilakukan sebelumnya di kantor mereka. Mereka juga memotivasi mahasiswa untuk terus semangat belajar kepelabuhan dan berkontribusi untuk kemajauan daerah.

Kedepannya, ITERA, KSOP Kelas I Panjang, dan IPC Cabang Panjang diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan baik institusi dan melakukan kegiatan bersama. Bergabungnya ITERA menjadi anggota Port-City University League (PUL) juga merupakan keuntungan tersendiri dalam mengembangkan kegiatan riset dan pengembangan kepelabuhanan di Sumatera dan Lampung khususnya.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *