Studium Generale (SG) Maritime Experts; Kaprodi KL ITERA Menjadi Salah Satu Panelis

Published by Teknik Kelautan on

(KL ITERA/2019) Pada hari Kamis, 22 Agustus yang lalu ITERA mengadakan sebuah Studium Generale (SG) yang bertema tentang kemaritiman, meliputi potensi maritim Indonesia, pengelolaan pelabuhan, dan Tsunami Selat Sunda 2018. Ketiga tema yang cukup luas tersebut harapannya dapat memberikan gambaran potensi dan ancaman maritim Lampung yang teras halamannya adalah laut. Acara ini terlaksana berkat kolaborasi dari Indonesia Maritime Center (IMC) Univesitas Indonesia (UI), VTT Research Center of Finland, dan ITERA.

Pemateri pertama merupakan Prof. Tri Tjahjono yang memberi bunga rampai kondisi kemaritiman Indonesia secara umum, baik dari aspek ekonomi, industri, sumber daya manusia, dan terutama transportasi maritim. Intinya Prof. Tri menekankan bahwa kita sebagai bangsa telah lama melupakan takdir kita sebagai bangsa laut sehingga tertinggal jauh dari bangsa lain.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Pekka Leviakangas dari VTT Finlandia mengenai Port Governance dan Business in Finland. Beliau pada dasarnya memperkenalkan metode pengelolaan pelabuhan yang berlaku di negaranya dan bagaimana untung-rugi dari metode yang dianut.

Di Finlandia, banyak pelabuhan yang dikelola secara MOC/E (Municipality Owned Company/Enterprise), artinya pemerintah daerah memiliki hak kelola pelabuhan di daerahnya. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan Indonesia yang pengelolaan pelabuhannya terpusat pada Otoritas Pelabuhan (OP) berdasarkan UU no 17/2008. Salah satu efek nyata bagi pelabuhan dengan tata kelola terotonomi ke daerah adalah multiplier effects untuk daerah itu sendiri.

Materi terakhir disampaikan oleh Kaprodi Teknik Kelautan tentang hasil surveynya dan Tim KL ITERA bekerja sama dengan Waseda University tentang Tsunami selat Sunda 2018. Dr. Hendra Achiari memaparkan hasil surveynya yang menunjukkan tinggi gelombang tsunami di Kalianda bekisar 4-7 m dan Tanjung Lesung mencapai 12 m. Pak Hendra punya pendapat lain sebagai tsunami sources selain longsoran Gunung Anak Krakatau (GAK) adalah suatu gaya dari sisi selatan GAK yaitu Siklon Kenanga (meteotsunami).

Secara kesuluruhan peserta yang mengikuti acara ini (mencapai 200 orang) mendapatkan pengetahuan yang cukup holistik mengenai potensi dan ancaman maritim, khususnya di Lampung. Harapannya, kajian kemaritiman menjadi lebih intensif dilakukan untuk kemajuan Lampung, Sumatera, dan Indonesia.

(gelf/2019)

Liputan acara di media nasional:

https://kumparan.com/lampunggeh/itera-hadirkan-pakar-bidang-maritim-untuk-dorong-maritim-di-sumatera-1riS7JZCXvz

Link Presentasi Pembicara:

Prof Tri Tjahjono – Maritim Indonesia

Dr Pekka Leviakangas – Maritime sector 2) Port governance and ownership

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *