Survey Post-Tsunami Selat Sunda di Banten

Published by Teknik Kelautan on

[KL ITERA/2019] Pada tanggal 14-17 Januari 2019 survey post-tsunami oleh Teknik Kelautan ITERA dan Waseda University (Jepang) dilakukan di wilayah Pulau Jawa dari Selat Sunda, yaitu Privinsi Banten. Ada 2 lokasi utama yang menjadi fokus survey, yaitu sekitar Carita dan Tanjung Lesung. Sebenarnya tim ingin melanjutkan terus ke selatan ke wilayah Sumur, tetapi keadaan jalan tidak memungkinkan. Sedangkan untuk setiap lokasi tersebut ada beberapa titik (kampung) yang dipilih untuk disurvey.

Ada 2 jenis pengukuran yang dilakukan, yaitu pengukuran tinggi gelombang tsunami (kuantitatif) dan pengukuran sosial kemasyaratan melalui questionnaire (kualitatif). Keduanya dilakukan secara bersamaan tergantung keadaan lapangan di lokasi survey.

Ada 2 jenis tinggi gelombang tsunami, yaitu tinggi run-up dan tinggi inundation. Tinggi run-up merupakan tinggi gelombang tsunami yang mana semua energi (mekanik) berubah menjadi energi potensial atau saat gelombang berhenti/kecepatan nol (v = 0 m/s). Perlu diingat,

Besaran energi kinetik dan potensial gelombang bisa mengacu pada tulisan berikut http://kl.itera.ac.id/2019/01/07/tsunami-dalam-perspektif-teknik-kelautan-2/. Sedangkan tinggi inundation merupakan tinggi saat gelombang masih memiliki kecepatan.

Pada daerah Carita (Banten), dipilih 2 lokasi survey Desa Tangkolo dan Lantera. Sedangkan pada daerah Tanjung Lesung (Banten), dipilih 3 lokasi yaitu Desa Babakan Cibeber, Tanjung Jaya, dan Cipenyu. Berikut adalah ikhtisar survey yang dilakukan.

  1. Daerah Carita, Banten
    • Kampung Tangkolo/Mataram, Tinggi run-up = 2.4 m
    • Kampung Lantera. Tinggi inundation = 4.6 m
  2. Daerah Tanjung Lesung, Banten
    • Kampung Babakan Cibeber. Tinggi run-up = 2.4 m
    • Kampung Tanjung Jaya. Tinggi inundation = 4.2 m
    • Kampung Cipenyu. Tinggi run-up = 12.6 m dan inundation = 11.1 m

Secara kuantitif, tinggi gelombang tertinggi berada di daerah Tanjung Lesung (daerah dimana konser musik Band Seventeen), yaitu mencapai lebih dari 12 m. Secara kualitatif (berdasarkan wawancara langsung dengan masyarakat), kesiapsiagaan tsunami masyarakat Banten secara umum sangat perlu ditingkatkan. Drilling tsunami secara rutin perlu dicanangkan pihak terkait sebagai DRR (Disaster Risk Reduction), baik untuk masyarakat umum maupun untuk anak sekolah. (gelf/2019)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *