Dosen-Dosen Teknik Kelautan ITERA Menanam Mangrove di Pantai Tanjung Beo, Kalianda

Published by Teknik Kelautan on

[KL ITERA 2019/Lampung Selatan] Pada hari Jumat, 14 Desember 2018, para dosen Teknik Kelautan (KL) ITERA melakukan sebuah kunjungan lapangan di Pantai Tanjung Beo, Merak Belatung KM45, Kalianda, Lampung Selatan. Salah satu agenda kunjungan lapangan ini adalah pelestarian lingkungan laut melalui penanaman bakau (mangrove) di daerah konservasi.

Mangrove berperan sangat penting bagi ekosistem pada lahan pasang-surut (pasut). Selain untuk penghijauan (vegetasi) pantai, mangrove juga bisa digunakan sebagai pelindung pantai alami dari ancaman abrasi. Hal ini pulalah yang dilakukan kawasan konservasi mangrove Tanjung Beo (yang dikelola oleh salah satu anak perusahaan Bakrie Land). Saat sudah besar dan kuat (usia lebih dari 5 tahun), pohon mangrove yang ada akan sebagian dipindahkan ke mulut muara sungat (estuary) yang persis diujung Pantai Beo. Hal ini bertujuan untuk mencegah pengikisan oleh littoral drift/longshore transport sehingga abrasi.

Menanam mangrove memang bukanlah perkerjaan mudah, diperlukan keuletan dan kesabaran yang besar. Mangrove yang ada di sini merupakan jenis Rhyzophora sp (bakau besar) dan Avicennia sp (api-api). Survey/pemantauan berkala diperlukan agar mangrove yang ditanam bisa bertahan hidup hingga tumbuh besar. Selain itu, tidak semua mangorve yang ditanam dari ‘bayi’ tersebut akan berhasil tumbuh besar, ada sebagian yang mati karena faktor alaminya, efisiensinya mencapai 50%-60% saja. (gelf/2019)

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *