Kuliah Umum YNU: “Sediment Dynamics in the Nearshore Zone”

Published by Teknik Kelautan on

Lampung Selatan KL ITERA. Teknik Kelautan (KL) ITERA melaksanakan Kuliah Umum (General Lecture) pada Sabtu, 15 desember 2018 di Aula E. Kuliah Umum ini menghadirkan 2 topik teraktual Teknik Kelautan sekaligus, yang salah satunya diisi oleh Staf Pengajar dari Yokohama National University (YNU), Jepang.

Kuliah sesi pertama diisi oleh Dr. Eng. Takayuki Suzuki, selaku associate professor dari Faculty of Urban Innovation (Civil Engineering), Yokohama National University (YNU). Sensei Suzuki (panggilan, red) membawakan materi riset terbarunya tentang Sediment Dynamics in the Nearshore Zone. Beliau meneliti dinamika pergerakan sedimen pantai pada arah crossshore (tegak lurus pantai) melalui percobaan di salah satu pusat riset Teknik Pantai di Jepang. Profil pantai sejauh lebih dari 400 m kearah offshore diberi fluorescence pada titik-titik tertentu untuk menandakan sedimen yang ada pada lokasi tersebut dan kemudian diamati percampuran (mixture) sedimen secara berkala.

Dari hasil penelitian beliau, didapatkan hasil yang menarik terutama pengaruh outer bar (gundukan pasir diluar area batas perputaran sedimen). Bar(s) ini menyebabkan sedimen lepas pantai yang ada diluar area batas tidak sampai ke pantai dan sebaliknya. Hal ini mematahkan asumsi selama ini bahwa sedimen lepas pantai pada nearshore zone akan bercampur/bersirkulasi dengan sedimen pantai  secara sempurna.

Penelitian beliau ini tentu saja berpengaruh signifikan terutama sebagai pengetahuan baru bagi ahli Teknik Pantai yang hendak melakukan beach nourishment (pengisian pasir pantai). Filling area tidak bisa lagi dilakukan diluar area batas/outer bar karena material filling tidak akan sampai ke pantai. Hal ini tentu saja membuat biaya bourishment yang mahal menjadi lebih efektif.

Hal yang lainnya tentu saja koreksi terhadap model numerik/software (X-Beach) yang selama ini biasa digunakan untuk pemodelan profil pantai. Penelitian beliau juga membandingkan profil pantai hasil survey dan software yang berbeda cukup signifikan untuk wilayah lepas pantai outer bar.

Penelitian ini belum selesai sepenuhnya, Sensei Suzuki mengatakan masih terus berupaya meneliti pergerakan sedimen secara detail di area nearshore, terutama bagaimana sedimen bercampur secara vertikal dan seterusnya.

Mahasiswa Teknik Kelautan 2018 yang mengikuti kuliah umum ini sangat antusias, selain banyak pengetahuan/istilah baru tentang Teknik Kelautan, mereka juga menyadari bahwa banyak hal yang masih sangat perlu diteliti lebih jauh di bidang ini. Pada akhir kuliah, beberapa mahasiswa menanyakan tentang studi lanjutan di Jepang. (gelf/2018)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *