Survey Pantai di Lampung Selatan

Published by Teknik Kelautan on

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Kamis (13/12), prodi Teknik Kelautan kedatangan tamu dari Jepang yaitu Dr. Eng. Takayuki Suzuki. Beliau merupakan Associate Professor of Faculty of Urban Innovation (Civil Engineering) dan Researcher of Estuarine and Coastal Engineering di Yokohama National University. Suzuki Sensei adalah sapaan akrab untuknya. Topik penelitian Suzuki Sensei yaitu mengenai Sediment Transport Dynamics in the Nearshore Zone.

Dalam kunjungannya ke ITERA dan juga Lampung, beliau ingin melihat bagaimana kondisi pantai yang ada di Lampung. Oleh karena itu, esoknya yaitu hari Jumat (14/12) tim dosen Teknik Kelautan dan Dr.Eng. Suzuki pergi untuk survey ke beberapa pantai di Lampung Selatan. Kami mengunjungi pantai di Lampung Selatan tepatnya di daerah Teluk Merak Belatung. Pantai yang kami kunjungi yaitu Pantai Cemara, Pantai Payang dan Pantai Tanjung Beo. Pantai Cemara merupakan area bagi nelayan dan juga tempat nelayan memebentangkan tambak terapungnya untuk menangkap ikan seperti ikan teri. Pantai ini terdapat banyak coral mati yang terdampar dikarenakan terbawa oleh gelombang. Pantai Payang merupakan pantai yang rencananyakan akan dijadikan tempat wisata bermain. Saat survey, pantai tersebut sedang dalam pembangunan dan dapat dilihat berbagai mainan untuk anak-anak seperti seluncuran, kolam renang, dan lain-lain. Untuk Pantai Tanjung Beo, kita dapat melihat muara karena pantai ini berbatasan antara laut dan sungai. Pantai ini juga terdapat Kawasan hutan bakau (mangrove area).

Setelah mengunjungi beberapa pantai yang ada di Teluk Merak Belatung, kami memutuskan untuk mengunjungi satu pantai lagi yang berlokasi di perairan terbuka. Karena Teluk Merak Belatung ini dinamakan teluk yaitu lautan yang menjorok ke darat, maka perairan di pantai tersebut merupakan perairan tertutup yang dibuktikan dengan kondisi gelombang yang tidak begitu besar. Pantai yang kami kunjungi selanjutnya adalah Pantai Kedu Warna, masih di Lampung Selatan. Pantai ini karakteristiknya pantai berpasir (sand beach) dan gelombangnya sangat besar karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Dari karakteristik pantai-pantai yang dikunjungi, harapan besar dapat menemukan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penelitian kerjasama antara Teknik Kelautan ITERA dan Dr.Eng. Takayuki Suzuki dari Yokohama National University, Jepang. Kami juga berharap dari kerjasama kecil ini akan muncul kerjasama-kerjasama lainnya yang nanti dapat dilakukan ke depannya untuk kebaikan ITERA dan Lampung. (erk/2018)

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *